PT Forestwise Membantu Melestarikan Hutan Dengan Membuat Olahan Hutan

SuaraHeadline.com Jakarta- Departemen Kehutanan menyelenggarakan  Kongres Kehutanan di  Manggala Wana Bhakti  Kementrian LKH Jakarta Selatan 28/06/2022 .

Salah satu peserta pameran adalah PT  Forestwise  dari Kalimantan Barat tepatnya di Sintang, yang sudah berdiri kurang lebeih 8 tahun dimana Mr. Dirk-Jan Oudshoorn sebagai owner dan juga  Direktur dari Forest Forestwise.

Forestwise sebuah perusahaan yang bergerak di bidang industri bahan-bahan olahan untuk keperluan kosmetik, bahan dasar pembuatan coklat, minyak zaitun dan lainnya.

Dia menambahkan ,” Bahwa hasil usaha berupa lemak tengkawang (illipe butter), Mentega yang dapat menggantikan minyak coklat, Minyak Kemiri, VCO (Virgin Coconut Oil), minyak biji karet, gula aren, dll pada akhirnya dapat di eksport ke beberapa Negara seperti Amerika Serikat, Korea . Selain itu mereka juga bermitra dengan perusahaan-perusahaan lain di Papua, untuk olahan minyak buah merah.

Dengan berjalannya waktu semakin akrab dengan alam, masyarakat dan budaya Kalimantan yang akhirnya membawa saya untuk bisa bekerjasama dengan masyarakat sekitarnya yang mempunyai lahan katanya lagi.

Perusahaan Forest Wise membeli hasil-hasil hutan selain kayu dari penduduk sekitar, seperti kemiri, kelapa, untuk diproses menjadi bahan-bahan kosmetik dan lainnya .

Dari transaksi dengan penduduk tersebut Mr. DJ menyatakan telah dapat membantu menaikkan ekonomi kerakyatan penduduk sebesar kurang lebih 16%.

Dia menambahkan ,” Bahwa  hasil usaha berupa VCO (Virgin Coconut Oil), Mentega yang dapat menggantikan minyak coklat, Minyak Kemiri, pada akhirnya dapat di eksport ke beberapa Negara seperti Amerika Serikat, Korea.

Selain itu mereka juga bermitra dengan perusahaan-perusahaan lain di Papua, untuk olahan minyak biji karet, gula aren dan beberapa olahan lainnya.

“Harapan   kedepan ingin hasil hutan selain kayu dapat berkembang pesat dan masyarakat dapat tetap mengambil manfaat dan keuntungan di bidang perekonomian tanpa harus menebang kayu, yang artinya kelestarian hutan tetap terjaga dan populitas orang Utan juga akan tetap aman terkendali, tutupnya dalam wawancara dengan awak media.

Posted by Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *