Kereta Cepat Potensial Dikembangkan di Seluruh Indonesia

SuaraHeadline.com Cilacap – Kehadiran kereta cepat merupakan era baru transportasi massal modern yang sat ini baru bisa dinikmati masyarakat yang melakukan perjalanan Jakarta – Bandung. Keberadaan kereta cepat ini, potensial dikembangkan di seluruh Indonesia dengan potensi memicu pembangunan kawasan dan sentra ekonomi baru.

“Kehadiran kereta cepat potensial dikembangkan di seluruh Indonesia dengan potensi memicu pembangunan kawasan dan sentra ekonomi baru. Sehingga mendorong Indonesia untuk semakin cepat menjadi negara yang semakin maju terutama dalam mengadopsi teknologi,” kata Anggota Komisi VI DPR RI, Siti Mukaromah, dalam kegiatan Sosialisasi Kereta Cepat untuk Indonesia Maju, yang berlangsung di Cilacap, Minggu (4/12).

Lebih lanjut Erma menjelaskan, kehadiran Kereta Cepat Jakarta – Bandung (KCJB) sebagai kereta api cepat pertama di Asia – Tenggara menjadi era baru transportasi massal modern yang cepat, andal, aman, dan nyaman untuk mobilisasi secara optimal serta meningkatkan konektivitas antarkota. “Kemudahan dan kecepatan transportasi, sangat berharga bagi dunia usaha termasuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM),” ujar dia.

Selain KCJB, PT Kereta Api Indonesia (Persero) juga akan mengoperasikan Light Rail Transit (LRT) Jabodetabek tahun 2023 mendatang. Kehadiran LRT untuk melayani kebutuhan transportasi masyarakat di wilayah Ibu Kota dan sekitarnya. Saat ini, KAI bersama para pihak tengah mempersiapkan segala sesuatunya terkait pengoperasian LRT tersebut, baik sarana, prasarana, fasilitas pelayanan penumpang maupun perizinan perizinan yang diperlukan.

Selain memiliki bisnis angkutan penumpang, juga memiliki bisnis angkutan barang di Jawa dan Sumatera. Angkutan barang KAI merupakan salah satu andalan perusahaan di saat angkutan penumpang sedang terus tumbuh secara bertahap pasca pandemi. Angkutan barang KAI di tahun 2022 sampai dengan November telah mencapai 52,6 juta ton. Jumlah tersebut naik 14,1% dibanding periode yang sama di tahun 2021 sebanyak 46,1 juta ton. *)

Posted by Redaksi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *