Yayasan Riyadhatul Ihsan Selenggarakan Seminar Nasional

img_20161210_100107_hdr

Suaraheadline Jakarta – Yayasan Riyadhatul Ihsan yang menaungi Lembaga Pendidikan Ketauhidan ISAQ Education CeNter pada hari lnl menyelenggarakan Seminar Naslonal dengan tema: “Tanamkan Rasa KEMANUSIAN untuk Menumbuhkan Keadilan & Adab Kepada Tuhan Yang Maha Esa, Alam Semesta dan Seisinya Serta Sesama Manusia.”

Bertempat di Gedung Juang 45, Jl Menteng Raya No. 31. Jakarta Pusat. seminar yang dihadiri oleh pdajar, mahasiswa, organisasi kepemudaan. guru-guru, dan peserta lintas Iembaga, lintas agama dan lintas Profesi ini dilaksanakan dalam rangka memperingati Had Anti Kompsi dan Hak Asasi Manusia.

Seminar Nasional ini diselenggarakan dalam bentuk obrolan santai dan tampilan senl, yang diawali dengarr sambutan dari Hi. Sandra Sahelangi MBA selaku Ketua Yayasan Riyadhatu! lhsan dan menghadirkan beberapa narasumber yaitu Bpk. Erry Riyana Hardjapamekas SE (Mantan Wakil Ketua KPK); Bpk. DR. H. Abdul Chair Ramadhan SH. MH. (Ahli Pidana Kasus Penodaan Agama, Perwakilan MUI). lbu Hj. Yuni Budi Astuti , SE , MBA ( Pimpinan Redaksi Buleti Holistik Kehidupan ) ; DR. Elisa Anggraeni, STP , MSc. (Buletin Holistik Kehidupan ) dan Bpk Bima Himawan Ramantika ST. MM (Direktur ISAQ Education Center).

Acara yang dipandu oleh Bpk. Bima Himawan Ramantika 5T, MM (Direktur ISAQ Education Center) lni disampaikan dalam 3 segmen dan dimeriahkan dengan beragam tampilan seni karya lbu Susilawati Susmono. yang memiliki makna yang sangat dalam. Tampilan seni yang dibawakan oleh ISAQ Talenta mencakup pembacaan puisi yang berjudul ‘Nasihat Kepada Diriku ” tampilan Tari Kosongkan. Tari Dhandanggula, Tari Syukur serta tampilan lagu berjudul Sesal, Terpiatu dan Syukur.

Pesan-pesan yang diangkat dalam Seminar Nasional ini adalah bahwa korupsi bukan hanya diatasi dengan cara kuratlf (penlndakan), tetapi juga preventlf (pencegahan). lbarat virus yang selalu ada, kita hendaknya jangan lupa membangun sistem kekebalan tubuh anti korupsi dalam diri kita dan anak-anak bangsa, agar kita menang melawan ego kita. Demikian pula dalam aspek hukum. Hukum harus senantiasa ditegakkan tanpa pandang bulu dan harus merujuk kepada hukum yang tertinggi yaitu hukum Allah SWT, bukan akaI-akalan manusia. Mari kita sadari, bahwa setlap peristlwa yang dihadirkan dihadapan kita, adalah atas izin Allah dan tentunya selalu ada pesan Allah kepada manusia. Kita hendaknya jangan terlalu mudah menghakimi, kecuali jika memang kita adalah orang-orang yang diberikan hak untuk itu. Peristiwa 212, membangunkan kita untuk selalu dapat memberikan respon positif atas apapun yang dihadirkan Allah kepada bangsa Indonesia. Hal ini hendaknya kita syukuri bersama. Apabila kita adalah umat muslim yang cerdas, tentu kita akan sallng mendorong untuk mencerdaskan bangsa. Pancasila dihadirkan kepada bangsa Indonesia untuk menghlndarkan bangsa lnl dari kejahatan kemanusiaan, seperti korupsi dan pelanggaran HAM. Mari kita taklukkan ego kita, berjalan bukan atas kehendak kita, namun atas kehendak Allah, sehingga dapat menjadi manusla Indonesia yang mampu mewujudkan kemanusiaan yang adil dan beradab. Semoga pesan-pesan yang disampaikan dalam seminar lnl, gaungnya mampu mencapai pelosok negeri dan mengingatkan kita semua tentang pentingnya menanamkan rasa kemanuslaan untuk menumbuhkan keadilan dan adab kepada Tuhan Yang Maha Esa. Alam Semesta dan Selsinya serta Sesama Manusia.(Bud)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *