Malam Anugerah Diraja, Penganugerahan Gelar Bidang Profesi

SuaraHeadline.com Jakarta – “Malam Anugerah Diraja” berupa penganugerahan gelar kepada tokoh-tokoh nasional di berbagai bidang profesi yang diserahkan langsung oleh Maharaja Kutai Mulawarman Prof. Dr. MSPA Iansyach Rechza Fahlevie Wangsawarman,Ph.D

“Malam Anugerah Diraja” didukung oleh PT Q klub Bisnis Nusantara, PT. Bangun Benua Pratama Indonesia, PT Q klub Benua Nusantara, PT Q klub Padmi Nusantara dan kerabat Kerajaan Kutai Mulawarman yang berada di Indonesia, Singapura dan Malaysia.

Menurut Direktur Utama PT Bangun Benua Pratama Indonesia Ery Affandi Yusuf, kedatangan Maharaja Kutai Mulawarman ke Jakarta bukan hanya untuk “Malam Anugerah Diraja” saja, tetapi juga kunjungan silaturahmi kepada beberapa tokoh dan kerabat Kerajaan Kutai Mulawarman yang berada di Jakarta. Maharaja Kutai Mulawarman Prof. Dr. MSPA Iansyach Rechza Fahlevie Wangsawarman, Ph.D secara terpisah menyebutkan bahwa Kerajaan Kutai Mulawarman beberapa tahun terakhir ini tidak hanya sebagai pelestari adat dan budaya saja, “Tetapi kita butuh melakukan sinergi dengan tokoh-tokoh bisnis di negara tetangga seperti dari Singapura, Malaysia, Brunei dan Thailand. Sampai hari ini kami sudah melakukan kerja sama dengan tokoh bisnis dari Malaysia dan Singapura. Kerja sama yang kami bangun selain turut melestarikan adat dan budaya Kalimantan Timur saja, juga karena mereka tertarik dengan adat dan budaya di Indonesia.Menurut Maharaja Kutai Mulawarman, “Karena mereka juga punya hati untuk membangun Indonesia, dan melihat bahwa pemerintah Indonesia serius menjadikan Kalimantan Timur sebagai Ibu Kota Negara, mereka berani melakukan investasi bisnis. Tujuan mereka juga sederhana, yaitu melakukan pemberdayaan masyarakat melalui program bisnis untuk kesejahteraan masyarakat secara umum.”

Hal ini justru mendukung program jangka panjang Kerajaan Kutai Mulawarman, lanjut Maharaja Kutai Mulawarman, “Visi Kerajaan Kutai Mulawarman adalah menjadikan Kalimantan Timur sebagai Mercusuar Peradaban Nusantara. Misinya antara lain Pelestarian Adat dan Budaya, Pemberdayaan Masyarakat Berkesinambungan, dan Kesejahteraan Masyarakat Berkeadilan.”

Salah satu kerabat utama Kerajaan Kutai Mulawarman Prof. Pangeran Dato’ Seri Dr. Goh Kwee Keng, Ph.D.JP. yang turut hadir di “Malam Anugerah Diraja” melihat bahwa Indonesia layak diakui secara internasional sebagai Mercusuar Peradaban Mancanegara. “Alasan saya antara lain karena adanya fakta Indonesia pemilik kekayaan adat dan budaya, pertumbuhan ekonomi dan daya tahan masyarakat terhadap berbagai instabilitas sosial.”

Hati dan pikiran saya tertuju kepada masyarakat Indonesia, khususnya di Kalimantan Timur. Lanjut Pangeran Dato’ Seri Goh, “Kepedulian saya bukan hanya berhenti di Kalimantan Timur, sekarang saya juga melihat antusias masyarakat terhadap pemberdayaan dan pengembangan usaha khususnya ekonomi kecil dan menengah terjadi hampir melanda semua daerah. Saya melihat ini sebagai kekuatan baru Indonesia menuju kesejahteraan yang berkeadilan.”

Berikut ini daftar nama penerima “Anugerah Diraja”

1. Prof. Pangeran Dato’ Seri Dr. Goh Kwee Keng, Ph. D. JP. (Malaysia), President of KMRC International

2. Pangeran Dato’ Seri Dr. Ng Hock. JP, Vice President of KMRC International

3. Pangeran Datuk Seri (J.P.) Yam Soong Goh (Singapore), Secretary of KMRC International

4. Pangeran Adipati Viktor M. Pardede (Indonesia), Treasurer of KMRC International

5. Pangeran Senopati Febrian Aditya. SE.M.Sn (Indonesia), President of KMRC Indonesia

6. Pangeran Hasan SH MH (Indonesia), Vice President of KMRC Indonesia

7. Prof. Dr. Pangeran Senopati Bambang Saputra. SH. MH menerima Honorary Award dari IEP Brasil

8. MR Adipati Deng Bo Teng (China) menerima Krisnayana Award

Maharaja Kutai Mulawarman pada malam tersebut didampingi oleh Putra Mahkota Kerajaan Kutai Mulawarman Maharaja Muda Nala Indra Fachrucha Dilaya, Datu Tanete (Raja Tanete) Pangeran Mas Andib M. Mulyadi. dan Ratu Mangku Encek Wajo di Kalimantan Sribaginda Ratu Rahmawati Kumaladewi.

Datu Tanete (Raja Tanete) Pangeran Mas Andi M. Mulyadi menjelaskan bahwa Maharaja Kutai Mulawarman juga adalah International President of Instituto Educando Para A Paz yang berkedudukan di Brazil dan Prof. Dr. Jose Carlos Pirera Ph. D adalah Founder dari IEP. Andi M. Mulyadi dalam penjelasannya menyampaikan ucapan terima kasih kepada para penerima anugerah dan undangan yang berkenan hadir. Menurutnya, “Ini adalah momentum terbaik untuk menjadikan Indonesia sebagai Mercusuar Peradaban Mancanegara.” Untuk mewujudkan hal tersebut bukan karena pindahnya ibu kota ke IKN di Kalimantan Timur. “Ibu kota pindah atau tidak pindah, Indonesia tetap akan dikenal sebagai Mercusuar Peradaban Mancanegara. Sejarah peradaban mencatat Indonesia adalah kepulauan yang kaya dan pemilik budi pekerti dan satu-satunya bangsa yang memiliki fondasi negara terkuat di dunia yaitu Pancasila,” tegas pria asal Sulawesi Selatan

Usai acara di Hotel Borobudur Jakarta, dan “Malam Anugerah Diraja” berikutnya diadakan pada tanggal 21 Januari 2023 di Kutai Kartanegara (Tenggarong), Kalimantan Timur dengan Ketua Panitia Roy Agusta Natabraja

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.