Pendekatan Statistik Gagal Mengangkat Realitas Perempuan

SuaraHeadline.com Jakarta – Pendekatan angka atau statistik tidak bisa mengungkap realitas perempuan. Hal ini karena pendekatan statistik hanya bicara tentang fenomena, bukan realitas yang dijalani perempuan.

Hal itu diungkapkan oleh Lies Marcoes, penulis buku “Merebut Tafsir” dan Direktur Rumah Kitab, dalam webinar Obrolan HATI PENA #8, hari Minggu (10/10) di Jakarta. Lies adalah antropolog yang feminis.

Webinar bertema “Merebut Tafsir: Gugatan atas Sesembahan Perempuan” itu diadakan oleh Perkumpulan Penulis Indonesia SATUPENA. Pemandu diskusi adalah Amelia Fitriani dan Anick HT.

Lies Marcoes menunjukkan, jika ada seorang perempuan atau seorang ibu meninggal, itu secara statistik atau angka dianggap sama saja dengan jika seorang ayah meninggal. Padahal dampaknya pada keluarga sangat berbeda. Ada satu keluarga atau satu komunitas yang menderita.

Lies mempertanyakan, mengapa yang dipentingkan hanyalah anak yatim, yang kehilangan atau ditinggal mati ayahnya. Padahal kehilangan seorang ibu bagaimanapun dirasakan sangat penting dan sangat berat. Mungkin jika bisa memilih, anak lebih memilih ditinggal mati ayahnya daripada ditinggal mati ibunya.

Menurut Lies, pengalaman perempuan adalah sah sebagai kebenaran, dan tak bisa dikalkulasikan dengan angka. Pengalaman perempuan ini jarang dilihat atau dilibatkan dalam membahas fundamentalisme agama.

Kelompok perempuan adalah penafsir dari nilai-nilai fundamentalisme. Mereka sekaligus juga merupakan agen yang aktif menerapkan dan menyebarkan nilai-nilai fundamentalisme tersebut.

Posted by admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *