
Suara Headline – Harga emas dunia menguat tipis pada perdagangan Sabtu (13/6/2026), tetapi masih berada di jalur penurunan mingguan kedua secara berturut-turut. Sentimen pasar masih dibayangi ekspektasi bahwa suku bunga Amerika Serikat akan tetap tinggi menjelang rapat kebijakan moneter Federal Reserve pekan depan.
Harga emas spot tercatat naik 0,3% menjadi US$4.227,17 per ons. Meski demikian, secara mingguan logam mulia tersebut masih melemah sekitar 2,3%. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS ditutup menguat 3% ke level US$4.238,80 per ons.
Kenaikan harga juga terjadi pada sejumlah logam mulia lainnya. Harga perak spot naik 1,2% menjadi US$68,14 per ons dan berpotensi mencatat kenaikan mingguan. Paladium menguat 0,7% ke US$1.281,04 per ons, sedangkan platinum turun 0,8% ke US$1.706,90 per ons dan diperkirakan menutup pekan di zona negatif.
Wakil Presiden sekaligus Senior Metals Strategist di Zaner Metals, Peter Grant, menilai tekanan terhadap emas masih berasal dari kekhawatiran inflasi yang bertahan lebih lama dari perkiraan.
Menurutnya, pasar masih skeptis terhadap prospek penurunan inflasi meskipun harga minyak berpotensi melemah. Sikap hati-hati investor tersebut membuat ruang penguatan emas menjadi terbatas.
Di sisi lain, sentimen pasar sempat membaik setelah muncul laporan bahwa nota kesepahaman antara AS dan Iran untuk mengakhiri konflik di kawasan Teluk berpotensi ditandatangani dalam waktu dekat. Namun, spekulasi tersebut dibantah oleh kantor berita Iran, sehingga ketidakpastian geopolitik masih membayangi pasar.
Sejak konflik di Timur Tengah memanas pada akhir Februari 2026, harga emas justru menghadapi tekanan. Investor khawatir kenaikan harga energi akan mendorong inflasi lebih tinggi dan memaksa bank sentral mempertahankan suku bunga tinggi lebih lama.
Sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil, emas cenderung kurang diminati ketika suku bunga naik. Kondisi ini membuat investor lebih memilih instrumen yang menawarkan pendapatan tetap seperti obligasi.
Berdasarkan CME FedWatch Tool, pelaku pasar saat ini memperkirakan peluang kenaikan suku bunga AS pada Desember mencapai sekitar 57%. Ekspektasi tersebut diperkuat oleh data ekonomi terbaru yang menunjukkan inflasi konsumen dan produsen AS masih berada di atas perkiraan pasar.
Fokus investor kini tertuju pada rapat kebijakan moneter Federal Reserve pada 16–17 Juni 2026. Pertemuan tersebut menjadi yang pertama di bawah kepemimpinan Kevin Warsh, dengan mayoritas pelaku pasar memperkirakan suku bunga akan dipertahankan pada level saat ini.
Sementara itu, UBS menurunkan proyeksi harga emas dan memperingatkan bahwa tertundanya pemangkasan suku bunga dapat mendorong harga emas turun ke kisaran US$3.850–US$4.000 per ons dalam jangka pendek.
Di sektor barang mewah, Rolex kembali menaikkan harga jam tangan emasnya secara global rata-rata 5% pada bulan ini. Kenaikan tersebut menjadi yang kedua sepanjang tahun di sejumlah pasar utama, termasuk Inggris, Hong Kong, dan Amerika Serikat.