Dialog Kesejarahan Pemuda dan Sang Merah Putih

IMG-20171114-WA0070-260x146

Suaraheadline.com Jakarta – Dalam Kongres Pemuda tahun 1928, telah dihasilkan putusan yang merupakan kesepakatan peserta kongres yang dikenal dengan Sumpah Pemuda nya. Yang juga merupakan pemyataan tegas perwujudan identitas bangsa indonesia. Sejak itu Indonesia sudah memiliki jatidiri sekaligus identitas nasional yang diadopsi dari nilainilai budaya. agama dan sejarah. Identitas Nasional dapat dilihat dari pola perilaku yang nampak dalam suatu masyarakat, lambang-lambang yang menjadi ciri bangsa dan negara, termasuk bendera nasional yang disebut Sang Saka Merah Putih.

Dari Peristiwa pertempuran Surabaya terdapat bagian yang sangat berani dalam memperjuangkan Kemerdekaan yaitu peristiwa keberhasilan para pemuda dalam menurunkan bendera Belanda dengan mengganti bendera Merah putih di Hotel Yamato di kota Surabaya. Hal ini tidak akan terjadi apabila tidak ada dorongan Nasionalis yang tinggi dan motivasi yang kuat dalam memaknai suatu Bendera Merah Putih. Nilai-nilai Kepahlawanan ini harus di apresiasi dan disosialisasikan kepada generasi pemuda. Nilai Kebangsaan dan rasa Pesatuan inilah salah satu dasar dari Nation Building yang sangat dibutuhkan dalam pembentukan karakter bagi generasi muda lndonesia.

Pemikiran ini menjadi penting. Bagi Direktorat Sejarah Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud, hal yang aktual dan faktual tersebut dimanifestasikan dalam bentuk kegiatan dialog kesejarahan yang momennya dikaitkan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda dan Hari Pahlawan. Dialog kesejarahan dilangsungkan pada tanggal 14 November 2017 bertemakan Pemuda dan Sang Merah Putih. Adapun pembicara dalam dialog terdiri dari: Bambang Sulistomo (Putra Pahlawan Bung Tomo), Bonny Triana (Pimpinan Redaksi Majalah Historia), Sarasdewi (Dosen llmu Pengetahuan Budaya, FIB UI)), Cak Lontong (Publik Figur). Dialog diadakan di Plasa Insan Berprestasi Gedung A Kompleks Kemendikbud pada hari Selasa, 14 November 2017 pukul 09.00-12.00, didahului dengan acara pembukaan.

Kegiatan ini menjadi langkah positif yang coba ditempuh dalam rangka meningkatkan pemahaman, penghayatan dan wawasan khususnya kepada generasi muda. Lebih jauh diharapkan kegiatan ini menjadi pemantik kesadaran revitalisasi nilai

nilai kebangsaan sebagai jiwa bangsa yang mendasari seluruh kehidupan Indonesia sebagai sebuah entitas kebangsaan. (sandy)

Posted by admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *